Senin, 11 Juni 2012

Gili Trawangan Lombok

Gili Trawangan Tempat Wisata Di Lombok

Tempat wisata di lombok memang sangat banyak sekali namun dari semua yang ada nama pantai senggigi adalah yang paling popular dan terkenal luas baik itu wisatawan domestik maupun wisatawan asing, untuk mengenalkan tempat-tempat wisata yang masih belum di kenal oleh para wisatawan tentunya adalah tugas terpenting putra daerah adalah mengenalkan tempat tersebut agar di kenal oleh wisatawan tersebut.
tempat wisata dilombok

Kali ini tempat wisata yang tidak kalah dari senggigi adalah Gili Trawangan, yang mana gili ini memiliki sejarah adalah: Dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini.

Gili Trawangan adalah yang terbesar dari ketiga pulau kecil atau gili yang terdapat di sebelah barat laut Lombok. Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Di antara ketiga gili tersebut, Trawangan memiliki fasilitas untuk wisatawan yang paling beragam; kedai "Tîr na Nôg" mengklaim bahwa Trawangan adalah pulau terkecil di dunia yang ada bar Irlandia-nya. Bagian paling padat penduduk adalah sebelah timur pulau ini.
wisata dilombok, gili trawangan

Praktek memasak di dapur AKPAR Mataram

SUASANA PRAKTIK MAHASISWA AKPAR MATARAM

Pada saat semester 2 sampai dengan semester 4 mahasiswa Akpar mataram mulai menampakkan keahliannya dalam bidangngnya, yang berbakat dalam bidang BARTENDER, Kitchen, Waiter, FO dan department-departement yang ada di Hotel sehingga nantinya setelah selesai Kuliah menjadi mahasiswa-mahasiswa yang bermutu dan membuat Kampus bangga.

Dengan dosen praktisi kemampuan dan bakat mereka di gembleng habis-habisan sehingga benar-benar trampil dan menjadi professional.

Area Kitchen AKPAR Mataram

Area kitchen, pada saat mahasiswa AKPAR MATARAM sedang praktik pastry dengan dibimbing oleh chef yang sudah hebat dibidangnya.



Akademi Pariwisata Mataram

akademi pariwisata Mataram


The Main Green of AKPAR


Akpar mataram adalah salah satu perguruan tinggi yang ada di Nusa tenggara Barat dan satu-satunya akademi yang di akui sebagai sebuah Lembaga yang bergerak di bidang pariwisata. Mengapa tidak, akpar adalah pilihan yang sesuai bagi fomula yang ingin mendalami ilmu tentang tourism. Apabila dilihat dari perkembangan pariwisata NTB khususnya di Lombok, tingkat kunjungan wisatawan asing maupun local semakin meningkat pertahunnya, Dari itu akpar mengambil kesempatan untuk mengembangkan sumber daya Manusia yang berpotensi untuk memajukan pariwisata NTB. Untuk menjamin terlaksananya proses pengembangan, maka akpar harus berbenah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan sarana prasana kampus untuk menunjang proses tersebut.
Salah satu untuk meningkatkan sarana dan prasarana kampus adalah membuat taman kampus yang hijau yaitu memfokuskan area kampus akpar yang sebagian area kampusnya adalah taman, dengan membuat taman-taman yang hijau dan alami yang di sebut dengan the main green of akpar. Sistem landscape yang di terapkan oleh pihak kampus akpar sangat memberikan kenyamanan untuk proses perkuliahan.
Proses terciptanya the main green of akpar dengan cara penanaman pohon-pohon yang membuat rindangnya area kampus. Proses ini juga merupakan tujuan dari pariwisata Indonesia yatiu sapta pesona. Sapta pesona merupakan kondisi wilayah atau tempat yang harus diwujudkan untuk memperoleh kenyamanan. Kaitannya dengan proses the main green of akpar adalah dalam keindahan, sejuk dan kebersihannya.
Untuk menciptakanan keadaan atau menampilkan lingkungan yang menarik sedap dipandang mata, maka taman yang ada di Kampus akpar ditata sedemikian rupa supaya area kampus mengutamakan keindahan yang alami. Sejuk dalam arti luas merupakan kondisi yang nyaman, segar, sehat dan bersih. Apabila dilihat dari sudut pandang yang alam, lingkungan akpar sudah mengupayakan pada setiap tempat dengan cara penghijauan, menjaga kebersihan lingkungan serta mengatur sirkulasi udara segar dalam memperoleh manfaat untuk menjernihkan pikiran sehingga memberi dampak segar bugar pada jasmani dalam proses kegiatan apa saja yang dilakukan di akpar. Untuk memperoleh keindahan yang menarik pihak akpar menampilkan lingkungan yang sedap di pandang mata yang dapat di lihat dari segi letak, warna, bentuk gerak atau gaya yang serasi dan selaras, sehingga memberi kesan yang enak dan cantik untuk dilihat.

Rumah adat suku sasak Lombok-NTB

Rumah Adat suku Sasak, Lombok



rumah-adat-lombok
Rumah Adat Sasak
Suku Sasak di pulau Lombok terkenal sejak jaman Mojopahit, sebagai salah satu suku di bumi Nusantara ini yang selalu menjunjung tinggi akan adat budaya dan tradisi mereka.
Salah satu contoh tradisi yang selalu di jaga oleh suku Sasak adalah rumah tradisional mereka.
Rumah adalah salah satu bagian terpenting dalam hidup manusia, dimana tempat berlindung baik secara individu atau dengan keluarganya dan selain itu juga sebagai tempat pengamalan amalan spiritual secara mendasar di mulai dari rumah.
Bila kita lihat secara seksama rumah adat / rumah tradisonal suatu daerah maka kita akan menemukan bahwasannya rumah adat dibangun berdasarkan nilai estetika dan local wisdom masyarakat daerah tersebut, seperti halnya rumah tradisional suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Orang Sasak mengenal beberapa jenis bangunan adat yang dijadikan sebagai tempat tinggal dan juga tempat penyelenggaraan ritual adat dan ritual keagamaan.

Rumah Adat atau rumah tradisonal suku Sasak di pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat
Atap rumah Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantainya dibuat dari tanah liat yang dicampur dengan kotoran kerbau dan abu jerami. Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membuat lantai tanah mengeras, sekeras semen. Pengetahuan membuat lantai dengan cara tersebut diwarisi dari nenek moyang mereka.
Seluruh bahan bangunan (seperti kayu dan bambu) untuk membuat rumah adat Sasak didapatkan dari lingkungan atau alam sekitar mereka, bahkan untuk menyambung bagian-bagian kayu tersebut, mereka menggunakan paku yang terbuat dari bambu.  Rumah adat suku Sasak hanya memiliki satu pintu berukuran sempit dan rendah, dan tidak memiliki jendela.
Dalam masyarakat Sasak, rumah berada dalam dimensi sakral (suci) dan profan (duniawi) secara bersamaan. Artinya, rumah adat Sasak disamping sebagai tempat berlindung dan berkumpulnya anggota keluarga juga menjadi tempat dilaksanakannya ritual-ritual sakral yang merupakan manifestasi dari keyakinan kepada Tuhan, arwah nenek moyang (papuk baluk), epen bale (penunggu rumah), dan sebaginya.
Perubahan pengetahuan masyarakat, bertambahnya jumlah penghuni dan berubahnya faktor-faktor eksternal lainya (seperti faktor keamanan, geografis, dan topografis) menyebabkan perubahan terhadap fungsi dan bentuk fisik rumah adat. Hanya saja, konsep pembangunannya seperti arsitektur, tata ruang, dan polanya tetap menampilkan karakteristik tradisionalnya yang dilandasi oleh nilai-nilai filosofis yang ditransmisikan secara turun temurun.

Nyale

Pariwisata

Festival Bau Nyale di Pantai Mandalika



Komhukum (Lombok) - Pantai Kuta tidak saja terdapat di pulau Bali, tapi juga terdapat pantai dengan nama yang sama di pulau Lombok.

Pantai Kuta Lombok pun punya sebutan lain yang lebih populer, masyarakat lokal menyebutnya dengan Pantai Mandalika.

Dari mana sejarah namanya Mandalika? Mandalika adalah urban legend yang populer di pulau Lombok, khususnya di pantai Kuta ini.

Berawal dari legenda Putri Mandalika yang cantik jelita. Banyak pangeran jatuh hati dan berebut ingin mempersuntingnya hingga terjadi permusuhan diantara pangeran-pangeran ini.

Sang putri Mandalika pun memilih untuk mengalah agar tidak ada yang bersengketa memperebutkan dirinya. Ekstrimnya, sang putri mengalah dengan cara bunuh diri menceburkan dirinya ke laut.

Setelah sang putri ditelan gelombang laut dan jasadnya tidak pernah ditemukan, timbulah cacing-cacing laut dalam berbagai warna.
Masyarakat yang menyaksikan kejadian ini percaya bahwa cacing-cacing ini adalah jelmaan dari putri Mandalika, mereka menyebutnya dalam bahasa lokal dengan sebutan “nyale”.

Presean

Presean, Tarung Derajat Lelaki Sasak


Presean adalah salah satu kekayaan budaya bumi gogo rancah (lombok). Acara ini berupa pertarungan dua lelaki Sasak bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) serta berperisai kulit kerbau tebal dan keras (ende). Petarung biasa disebut pepadu. Presean bermula dari luapan emosi para prajurit jaman kerajaan taun jebot sehabis mengalahkan lawan di medan perang. Acara tarung presean ini juga diadakan untuk menguji keberanian/nyali lelaki sasak yang wajib jantan dan heroik saat itu. Hingga akhirnya lestari sampe sekarang ini menjadi hiburan perayaan yang diadakan setiap memperingati 17an. Oiya, konon presean juga salah satu bentuk upacara memohon hujan bagi suku sasak di musim kemarau.
Uniknya dari pertarungan presean, pesertanya tidak pernah dipersiapkan secara khusus. Pepadu atau petarung dicomot dari penonton yang mau adu nyali dan ketangguhan mempermainkan tongkat rotan dan perisai yang disediakan. Penonton/calon peserta bisa mengajukan diri atau dipilih oleh wasit pinggir (pakembar sedi). Setelah mendapat lawan, pertarungan akan dimulai dan dimpimpin oleh wasit tengah (pekembar).
Duel dua pepadu diadakan dalam lima ronde, pemenangnya ditentukan oleh hasil nilai yang diperoleh atau salah satu pepadu bocor kepala, bedarah-darah, ato kibar bendera putih. Kami sempet menyaksikan dua pertarungan sore itu, cukup bikin bergidik waktu ngeliat itu rotan menderu diayun-ayun saling hajar tubuh lawan. Beuh…kena jidat bisa jengkang tuh!